Rabu, 11 April 2012

Gerimis ( jangan ada lagi tangis )

Ketika gerimis tiba
Selalu saja aku ingat padanya
Tentang indah senyumannya
Tentang keteduhan binar matanya

Ketika gerimis tiba
Tak kuasa bibir ini berhenti mengeja namanya
Kata demi kata tertata tentang dirinya
Tanpa jeda

Ketika gerimis tiba
Tuhan ijinkan dia bahagia
Dengan siapapun kekasih hatinya
Meski tanpaku disisinya

Amin....

Mungkinkah

Saat kupejamkan mata
Selintas bayangmu beterbangan disana
Menyapaku dengan sedikit. tawa
Mungkinkah anganmu sama
Seperti ketika kupejamkan mata
Merindukan lembaran saat2 berdua
Melewati segalanya bersama

Episode jingga

Tak kutemukan lagi
Sejak senja dikaki cakrawala tak lagi jingga
Episode yang sejak kemarin mewarnai langitku sirna
Adakah lagi semburatnya kan mewarnai langit2 hatiku yang lara
Tak kutahu jawabnya

Jingga
Kuharap masih ada
Di episode kedua
Saat aku memejamkan mata

Tetap Kunanti

Tetap kunantikan smsmu
waktu demi waktu berlalu
tak ada titik temu
engkau tetap diam menbisu
hariku kelabu
kutahu begitu besar salahku
padamu
hingga sapamu bisu
angin tetap berlalu tak hiraukanku
aku malu
engkau yang begitu indah bagiku
dan aku menyakitimu

Angin

Angin yang berbisik dari ranting ke ranting
Hingga menimbulkan suara gemeretak dan akupun tersentak
Buyarkan lamunanku tentangmu yang semakin membuat jarak
Lalu tetap kulajukan sepedaku menyusuri jalan setapak
Satu asaku menjumpaimu
Memohon maafmu
Kutahu begitu besar pengorbananmu untukku
Dan tak sedikitpun ada yang kulakukan untukmu

Jumat, 06 April 2012

Cinta

Sekilas terbayang wajahmu menemani hari2ku
Bersama gerimis petang yg setia temaniku dalam kelam
Aku mengagumimu tanpa ragu
Meski manjamu,tawamu,senyummu
Semua semu
...Namun kuakui aku masih setia dan percaya
Rasa itu pernah ada
Dalam satu wadah
''C I N T A''

Ketika senja

Ketika senja baru saja sirna
Engkau datang tiba-tiba
Dengan tersenyum mesra
Manja...

Namun sejenak
Lalu sirna
Tanpa kata

RUANG RINDU 2010-2030
Template By:kendhin